Berkenalan

Setiap hari, kita tak lepas dari pergaulan sosial, Hubungan pertemanan atau persahabatan baru adalah makanan sehari-hari. Semua itu akan terjadi melalui proses perkenalan. Pertemuan pertama akan melahirkan kesan atau imej tertentu pada masing-masing individu yang saling berkenalan. Itulah yang selalu menajadi patokan utama kita dalam menilai seseorang. Maka, hati-hati! Kesan pertama sukar untuk diulangi dan bisa melekat selamanya. Hal-hal berikut wajib diketahui untuk melancarkan acara perkenalan.

Memecah kebekuan
Tentu saja cara termudah dalam berkenalan adalah bila ada orang ketiga yang memperkenalkan. Dialah yang seakan-akan menjadi pemecah kekakuan di antara orang atau lebih yang sebelumnya sama sekali tidak saling kenal.
Sebaiknya orang ketiga tadi menyodorkan intro selengkap mungkin agar perkenalan berjalan lancar dan tidak canggung.

Tanpa kehadiran orang ketiga, salah satu pihak harus lebih berinisiatif. Kalau tidak, kekakuan akan terasa, entah karena rasa sungkan, segan, malu, tidak nyaman, dan sebagainya. Apalagi bila perkenalan itu terjadi antara seorang wanita dan pria yang memiliki latar belakang yang jauh berbeda.

Yang wajib dilakukan saat bekenalan

  • Ucapkan nama dengan jelas — Mengapa? Acap kalli nama yang terucap tidak sama bunyi dengan apa yang terbaca. Terutama nama-nama asing.

Memang dalam budaya tertentu, akan terasa canggung menyebut nama sendiri dengan gamblang. Anda takut dikira sombong atau sok.
Stop berpikiran yang bukan-bukan dan sebutkan saja nama anda dengan jelas. Sekarang, mendapatkan kenalan baru yang berbeda suku, bangsa dan bahasa bukanlah yang jarang ditemui. Hati-hati, dalam budaya Barat ketidakjelasan menyebut nama bisa menyebabkan Anda dikira orang yang tidak berterus terang dan cenderung menyembunyikan sesuatu.

  • Lakukan kontak mata — sorot mata yang ramah akan menunjukkan niat baik Anda. Biasanya kontak mata terjadi sekitar tiga detik. Menunduk atau ngahalihkan pandangan menimbulkan kesan buruk.
  • Jabat tangan dengan erat — eratnya jabat tangan menandakan hangatnya pribadi seseorang dan menunjukkan rasa percaya diri.

Kenalkan…
Tak jarang Anda berada dalam posisi memperkenalkan teman Anda kepada orang lain. Berikut pedoman yang bisa digunakan dalam situasi tadi.

1. Dalam budaya kita, wanita diutamakan dalam pergaulan, artinya wanita biasanya didahulukan ketimbang pria. Jadi, saat memperkenalkan orang lain, prialah yang diperkenalkan kepada wanita. Misalnya,

“Ini Alek yang mengepalai departemen eks di studio kita.
Nah, ini Indri dari kantor biro iklan M.”

2. Wanita diperkenalkan kepada pria bila tersebut adalah orang penting, misalnya orang tua, atasan, guru, dan seterusnya.

3. Biasanya kita juga mendahulukan orang yang lebih tua dan orang memiliki jabatan lebih tinggi sewaktu memperkenalkan seseorang. Dengan demikian, orang yang lebih tua maupun yang memiliki jabatan lebih tinggi itu merasa mendapat kehormatan. Sebaliknya, yang muda harus diperkenalkan pada yang tua.

Duduk atau berdiri?
Umumnya dalam budaya Barat, wanita yang sedang duduk tidak wajib berdiri ketika bersalaman. Ini juga berlaku bagi mereka yang sudah agak tua atau sakit.

Sedangkan dalam budaya kita, sebaiknya berdirilah sebentar pada saat diperkenalkan dan bersalaman. Sesudahnya, kita bisa segera duduk.
Tentu saja bila yang datang belakangan adalah orang yang dihormati, kita baru boleh duduk setelah orang itu duduk atau paling tidak pada saat bersamaan.

Begitu pula ketika ada yang berpamitan dan meninggalkan ruangan, tidak ada salahnya kita berdiri sejenak untuk menyalaminya.

Oh, jangan sekali-sekali melakukannya!

  • Melakukan perkenalan di tempat yang ramai, jalan hiruk-pikuk, pasar, supermarket, dalam lift yang berjubel, dan sebagainya. Anda tidak ingin membuat orang di sekitar Anda menaikkan alis karena merasa terganggu, kan?
  • Asal “tabrak” saja melontarkan pertanyaan yang terlalu pribadi pada orang yang baru dikenal. Sebaiknya ajukan pertanyaan bersifat umum-umum saja dan sedikit menjelaskan keseluruhan identitas orang tersebut, misalnya nama, tempat kerja, dan pertanyaan lain yang berhubungan dengan hal-hal tersebut.
  • Kalau Anda baru saja berkenalan dengan seorang lawan jenis dan langsung menawarkan diri untuk datang ke rumahnya atau mengajaknya keluar. Tak mustahil dia akan berusaha mati-matian untuk menghindar. Mungkin Anda bermaksud baik dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan waktu sehingga mengabaikan norma-normat pergaulan yang santun, tapi tindakan seperti ini terkesan sangat kasar dan tidak lazim.

Yang perlu di ingat
Sebenarnya, apa pun yang Anda kerjakan secara logis, tidak merugikan kepentingan orang banyak, bisa menjadi pegangan dalam pergaulan sehari-hari. Termasuk pula dalam hal memperkenalkan diri. Tentu masing-masing memiliki kepentingan tertentu dalam bersosialisasi, tapi ingat, lakukanlah dengan cara-cara yang bisa diterima orang banyak!.

Semoga bermanfaat.. :)
Sumber : ETIKET - Mien R. Uno
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s