memberi KOMENTAR

Coba hitung, berapa banyak komentar yang meluncur dari mulut Anda saat menonton suatu acara di depan televisi. Anda akan terkejut sendiri menghitung jumlahnya.

Apakah komentar Anda asal-asalan? Ya, kalau anda bukan pakar dalam bidang itu. Komentar yang baik disertai data dan analisis yang tajam. Semakin akurat datanya, semakin objektif pula pandangan Anda, begitu juga dengan opini Anda. Jadi, hati-hati, jangan memberikan komentar serampangan atau tak berdasar kalau tidak mau dikatai sok tahu.

 Mirror, mirror, on the wall…

Memberi komentar itu tak ubahnya melempar kritik, jadi ingatlah, sebelum Anda mengomentari sesuatu hal, sebaiknya bercermin dulu. Apakah komentar Anda terhadap orang lain sudah dilakukan pula oleh diri sendiri? Jangan dengan mudah mengomentari orang lain yang melanggar aturan, padahal Anda sendiri ternyata juga sering melakukan perbuatan tak terpuji itu.

 Jadi, boleh berkomentar atau tidak?

Tentu saja boleh, asalkan suasananya memang memungkinkan dan memang ada hal tertentu yang masih menjadi pertanyaan (ganjalan). Kalau ada sesuatu yang masih “menggantung”, Anda memang perlu meminta keterangan untuk menjelaskannya.

Tips berkomentar

Berhati-hatilah dalam memilih kata. Penggunaan bahasa yang kasar, entah itu lisan maupun tertulis, hanya akan merugikan diri sendiri. Anda tidak ingin maksud baik Anda disalahpahami, bukan?

Mungkin ada benarnya bahwa komentar atau kritik tertulis akan terasa lebih lunak. Tapi tunggu dulu, itu sangat bergantung pada penguasaan bahasa tulis Anda. Biasanya kalau sedang sangat emosional, kalimat-kalimat yang anda pilih juga tetap tajam, setidaknya sinis. Tak usah mencoba-coba kalau Anda tidak benar-benar bisa melakukannya.

Tidak ada ruginya belajar bagaimana mengeluarkan komentar-komentar yang sopan dan elegan. Dalam keadaan terdesak, sebaiknya tetap berikan komentar dengan cermat. Ini memang bukan soal yang mudah. Tapi, perjuangan yang Anda lakukan untuk mempelajarinya akan menghasilkan imbalan yang layak!

Menyikapi komentar

Kalau Anda mendapat komentar yang tidak mengenakkan, coba endapkan dahulu komentar itu. Periksa diri seobjektif mungkin.

Introspeksi. Bisa saja komentar yang tidak mengenakkan itu ternyata tepat sasaran. Artinya, kelemahan atau kekurangan Anda memang tersentil. Akui semua itu dengan besar hati. Perbaiki kekurangan yang ada.

Memang benar bahwa bisa menerima komentar dengan lapang dada atau tidak sangatlah tergantung dari kultur masing-masing. Tapi, itu bukan berarti Anda tidak dapat mengubahnya demi kemajuan diri sendiri!

Semoga bermanfaat.. :)
Sumber : ETIKET - Mien R. Uno
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s