berkata TIDAK

Di tengah-tengah pekerjaan yang menggunung dan harus diselesaikan secepatnya, bos meminta Anda melakukan satu pekerjaan yang juga sama pentingnya. Ingin rasanya menolak pekerjaan itu. Sementara, hati Anda galau dan mulut serasa terkunci. Pada akhirnya Anda akan terpaksa menerima atau menjawabnya dengan berputar-putar untuk menolaknya.
Karena itu terlalu berhubungan erat dengan kultur bahasa dan kebudayaan. Dalam kultur kita, sering kali hal itu dianggap terlalu kasar. Oleh karenanya, sulit sekali menolak permintaan secara langsung alias to the point.

Tips berkata tidak

  • Tolaklah dengan senyum manis dan tutur kata yang menyenangkan. Jangan katakan tidak dengan suara keras dan kasar. Anda bisa mengemukakan alasan yang wajar dan masuk akal dengan sopan.
  • Kalau tidak bisa secara langsung, tolak dengan cara menghindar. kalau orang yang meminta pertolongan atau mengajak Anda cukup peka, dia pasti bisa mengerti.
  • Saat menolak proposal kerja sama atau sejenisnya, terima saja dahulu penawaran yang diajukan. Katakan bahwa Andaperlu waktu untuk memikirkannya. Anda dapat menolaknya belakangan atau beberapa hari kemudian. Bila diajukan secara tertulis, sebaiknya tolak secara informal melalui percakapan lisan dan kemudian beri penolakan tertulis.
  • Terlalu rikuh menolak ajakan kencan seorang yang punya “niat khusus” pada Anda? Ajak teman-teman menemani Anda saat kencan bersamanya. itu bisa jadi pertanda bahwa gayungnya tak bersambut.

Kalau bos terlalu banyak membebani pekerjaan, bolehkah berkata tidak?

Sebaiknya jangan. Pertama, terima dulu pekerjaan yang harus dilakukan itu. Telitilah apa yang diminta bos. Penuhi garis besar permintaannya dalam waktu singkat dan serahkanlah beberapa saat kemudian. Nah, kalau hasil garapan kita kurang mendetail, itu soal belakangan. Yang penting, bos merasa kita bersikap positif dan mau bekerja sama.

Seandainya pekerjaan Anda bertumpuk, buatlah daftar urutan permintaan bos secara tertulis. Serahkan daftar tersebut disertai memo kecil yang kira-kira isinya meminta bos memberikan nomor urut prioritas pekerjaan yang harus ditangani. Pada dasarnya, tindakan ini “menyeret” bos untuk bertanggung jawab atas pekerjaan yang kelak tidak akan terselesaikan. Ini trik efektif dan sopan untuk mengingatkan bos.

Bisakah menolak promosi jabatan?

Ini janggal dan sulit diterima. Sudah pasti pihak yang berwenang telah memikirkan dan menilai Anda baik-baik sebelum memberi promosi.
Bisa jadi, Anda punya alasan pribadi yang sangat kuat. Bicarakan alasan itu secara tidak formal dengan bos yang mengambil keputusan tadi. Kalau bos tetap keukeuh dengan keputusannya, terimalah promosi itu dengan bangga dan laksanakan tugas dan tanggung jawab baru itu sebaik-baiknya.

Semoga bermanfaat.. :)
Sumber : ETIKET - Mien R. Uno
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s