memotong PEMBICARAAN

Memerhatikan orang yang pintar berbicara di suatu forum, baik formal maupun tidak formal, adalah hal yang menyenangkan. Anda cenderung diam terpaku, mengaguminya. Itu kalau orang itu memiliki kharisma, rasa humor, dan pengetahuan luas. Kalau tidak, bagaimana?

Sebetulnya, bolehkah memotong pembicaraan?

Boleh saja. Tapi, Anda harus jeli dan sangat berhati-hati saat melakukannya! Anda bisa menyela dengan mengatakan, misalnya: “maaf, jadi rencana penjualan yang harus kita susun tadi akan berubah format seperti apa…?” Atau, Anda bisa memotong dengan kalimat, “Maaf, saya potong sebentar…” Tapi, dilarang memotong orang yang sedang berbicara di depan umum dalam forum formal. Memotong pembicaraan bukan hal yang tabu. Syaratnya, lakukan dengan santun dan penuh perhitungan.

Yang harus diperhatikan saat memotong pembicaraan

  1. Jangan serba-mendadak dan asal potong saja. Perhatikan saat jeda, khususnya ketika yang berbicara sedang mengambil napas.
  2. Jangan memotong pembicaraan dengan nada bicara yang tinggi agar tidak terkesan memaksakan kehendak.
  3. Pertimbangkan apakah tindakan Anda akan merusak suasana atau tidak. Kalau tidak terlalu perlu, tak usah melakukannya.
  4. Upayakan untuk saling mengisi, bukan saling memotong. Kalau Anda terus-terusan main potong, Anda akan terkesan sebagai tukan omong dan mau menang sendiri.

Nimbrung, dong!

Acap kali Anda memotong atau memenggal pembicaraan ketika ada dua orang tengah asyik bercakap-cakap. Istilahnya, nimbrung. Bertindaklah ekstra hati-hati saat memasuki lalu lintas pembicaraan. Jangan sampai Anda merampas kebebasan mereka berbicara. Cari tahu apakah pembicaraan mereka menyangkut hal-hal umum atau tidak. Diam-diam saja dulu dan tunggulah saat yang tepat untuk masuk.

Sebelum buka suara, tersenyumlah sedikit dan manggut-manggut sebagai tanda bahwa Anda ingin masuk dalam lingkar pembicaraan. Tapi, harus dicatat, kalau isi pembicaraan mereka sangat khusus, bahkan cenderung rahasia, mundur saja.

Kalau rekan kerja melantur saat rapat

Sah-sah saja memotong pembicaraannya, namun gunakan cara yang halus. Anda bisa langsung ikut berbicara sambil perlahan-lahan membelokkan topik pembicaraan sehingga tidak mencolok dan menyudutkan teman. Teruslah berbicara sambil memberi isyarat, mungkin dengan kedipan mata. Tetapi kalau yang diberi isyarat tidak bisa menangkapnya, apa boleh buat. Usai rapat, Anda bisa memberitahunya dengan cara yang diplomatis.

Memotong pembicaraan untuk menyampaikan berita penting

Terkadang Anda harus memotong pembicaraan seseorang yang sedang terlibat pembicaraan penting. Mungkin ada berita yang sangat khusus, misalnya, berita sakit atau berita duka. Jika pembicaraan berlangsung sangat intens, artinya dengan konsentrasi tinggi, biarkan saja pembicaraan itu terus berlangsung.

Kalau berita itu terpaksa harus disampaikan, tulislah pada secarik kertas, selipkan di tangannya dengan gerakan yang tidak terlalu mencolok, dan cepatlah berlalu dari hadapannya. Jadi, orang tersebut bisa bertindak sesuai keinginan, entah dia mau melanjutkan pembicaraan atau tidak. Cara ini cukup taktis untuk tidak membuat heboh.

Memotong orang yang sedang marah

Mungkin anda memotongnya? Sebaiknya, biarkan saja orang itu mengeluarkan kekesalannya. Dengarkan baik-baik. Jangan menyela. Setelah kemarahannya sedikit mereda, katakan, “boleh saya bicara?” sudah pasti dia tidak akan bilang tidak boleh! Lalu dengan hati-hati dan nada biasa-biasa saja, terangkanlah beberapa fakta dari sudut pandang Anda. Misalnya dengan kata-kata, “Mungkin informasi yang Anda terima belum lengkap, saya ingin menambahkan…” kalaupun dia marah-marah terus, sebaiknya dia telah mendengarkan pandangan Anda!

 

Semoga bermanfaat.. :)
Sumber : ETIKET - Mien R. Uno
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s