MENGKRITIK dan DIKRITIK

Ada saatnya Anda ingin melontarkan kritik kepada rekan kerja yang cemerlang tapi kelakuan minusnya membuat Anda mendengus sebal. Bingung bagaimana caranya?
Penjelasan dan saran berikut dijamin bisa membantu Anda!

Tujuan mengkritik

Apa pun bentuknya, kritik harus bertujuan untuk memperbaiki kualitas seseorang, kritik yang baik bersifat objektif, membangun, dan mungkin memberi usulan solusi dari suatu masalah. Suka tak suka, kritik ternyata punya andil dalam mendorong seseorang meningkatkan kualitas kerjanya.

Teknik mengkritik

Terkadang cara penyampaian kritik bisa membuat pihak yang dikritik merasa sewot, frustrasi, marah karena merasa dijatuhkan, atau tidak pede lagi. Cegah efek yang tak menguntungkan dengan teknik berikut!

  1. Perhatikan siapa yang Anda kritik. Pendekatan terhadap bos atau orangtua tentu berbeda dengan teman.
  2. Jangan ucapkan dengan nada tinggi. Ucapkan dengan nada ramah dan bersikaplah biasa saja.
  3. Jangan ucapkan kritik di hadapan banyak orang. Jaga perasaan orang yang dikritik. Jangan sampai dia kehilangan muka di depan orang lain.
  4. Perhatikan situasi. Lontarkan kritik saat orang yang dikritik sedang dalam suasana hati yang baik, tidak sibuk, dan santai.
  5. Ketahui keseluruhan duduk persoalan dengan baik. Ini menghindari kesalahan persepsi dan membuat kritik Anda tepat sasaran.

Tips berguna saat mengkritik

  • Tidak semua orang mampu menangkap beberapa kritik sekaligus dengan cepat. Saat menghadapi orang seperti ini, berikan kritik satu demi satu, jangan sekaligus. Anda harus selalu bersikap ramah agar dia tidak grogi atau minder. Selalu beri semangat agar dia dapat memperbaiki diri.
  • Bila mengkritik sesuatu, sebutkanlah terlebih dahulu sisi positifnya baru sisi negatifnya. Misalnya, “Bajumu bagus sekali, tapi rasanya lebih cocok kalau dikenakan malam hari, deh.”

Mengkritik orang yang tidak suka dikritik

Orang yang hobi mengkritik tetapi tidak suka dikritik adalah orang yang kurang pede. Sebenarnya, dia tidak sanggup mendengarkan pendapat orang lain mengenai dirinya dan takut kecewa. Bukan main sulitnya menghadapi orang seperti ini. Kalau kita sanggup berkorban perasaan karena kasihan padanya, berusahalah untuk “melunakkan” hatinya. Kalau merasa tak sanggup, apa boleh buat, hindari saja!

Menerima kritik

Coba endapkan dulu perasaan yang mungkin membara untuk beberapa saat. Bila kritik itu tepat sasaran, pasti Anda juga bisa menangkap  kebenarannya walaupun segan mengakuinya.
Bila Anda tidak setuju, berikan argumentasi dengan mengajukan logika dan kenyataan. Kemungkinan besar akan muncul dialog yang bisa menjelaskan keadaan sebenarnya bagi kedua belah pihak.
Jangan langsung apriori dan menyangka kritik yang dilonta rkan orang lain bertujuan untuk menjatuhkan Anda. Ajukan beberapa pertanyaan untuk memperjelas fokus kritik tersebut.

Semoga bermanfaat.. :)
Sumber : ETIKET - Mien R. Uno
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s