memakai PONSEL

Ketinggalan ponsel bisa jadi bikin Anda uring-uringan sepanjang hari. Bukan hanya masalah sulit berkomunikasi, sering kali catatan-catatan penting juga tersimpan di sana.
Tandanya, ponsel sudah jadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup sehari-hari bagi banyak orang. Agar acara berponsel ria jadi kegiatan mengasyikan dan tidak mengundang masalah, ikuti aturan mainnya!

Dos & Don’ts saat memakai ponsel

Dos

  • Terapkan sopan santun yang sama seperti menggunakan telepon biasa.
  • Perhatikan tempat dan waktu yang sesuai. Coba bayangkan apa yang terjadi bila ada ponsel berdering saat Anda seru-serunya menonton film di bioskop. Anda pasti akan berdecak kesal, bukan?
  • Gunakan seperlunya, untuk hal-hal penting saja saat berada di depan umum. Tak usah berlama-lama.
  • Gunakan fasilitas SMS bila Anda butuh berkomunikasi tanpa ingin diketahui oleh orang di sekitar Anda.
  • Manfaatkan fitur ponsel yang sudah didukung oleh penyedia jasa telekomunikasi, misalnya layanan perbankan melalui telepon dan pulsa isi ulang. Hitunglah berapa banyak waktu dan tenaga yang bisa Anda hemat dengan menggunakan layanan ini.

Don’ts

  • Mengobrol atau bergosip dengan suara keras di depan umum. Tidak perlu mengumumkan apa yang Anda bicarakan kepada dunia. Mungkin saja ada orang yang malah salah menilai Anda gara-gara mendengar pembicaraan tadi.
  • Menghidupkan ponsel pada acara formal. Ini tidak sopan dan tidak menghargai tuan rumah. Bila terpaksa, aktifkan mode getar dan segera menyingkir dari ruangan bila ada panggilan telepon.
  • Pinjam ponsel atau “menumpang” terima telepon di ponsel orang lain. Kecuali benar-benar darurat dan genting, jangan sekali-sekali melakukannya. Urungkan niat Anda bila dari ekspresi wajah dan tutur katanya terlihat isyarat keengganan.

Q & A dalam menggunakan ponsel

1. Bolehkan menghubungi orang yang sama sekali belum dikenal lewat ponselnya?

Sedapat mungkin, hubungi dulu nomor telepon kantor atau rumah. Tanyakan sekretarisnya, bila ada, apakah orang yang akan kita tuju boleh dihubungi lewat ponselnya. Ini penting karena ponsel adalah benda yang amat pribadi.

2. Saya harus menghadiri rapat penting, tapi pada saat yang bersamaan saya juga menunggu telepon penting. Bolehkan saya menyalakan ponsel saat rapat?

Sebaiknya tidak usah. “Titipkan” ponsel kepada orang yang Anda percaya. Minta tolong padanya untuk memanggil Anda bila panggilan telepon yang ditunggu muncul. Kalau keadaaan memaksa, bawalah ponsel ke ruang rapat. Aktifkan mode getar. Anda bisa menyingkir sebentar untuk bicara seperlunya saat menjawab telepon yang ditunggu.

3. Saya harus menghubungi seseorang yang punya kedudukan penting dan supersibuk. Bolehkah saya menghubungi ponselnya?

Sebaiknya hubungi pembantu terdekatnya, entah sekretaris atau asistennya. Dengan demikian, orang itu bisa merasa siap saat menerima dan membicarakan masalah yang akan kita utarakan. Pada saat berbicara, Anda bisa tanyakan, apakah lain kali Anda boleh langsung menghubunginya bila ada hal yang sangat penting.

4. Etiskah menenteng-nenteng ponsel?

Sebenarnya tidak terlalu etis. Anda jadi terkesan pamer. Sebaiknya masukkan ke dalam tas. Bila tak memungkinkan, berilah pembungkus. Selain terlihat lebih rapi, ponsel Anda juga terhindar dari goresan.

5. Saat mengirim SMS, perlukah mencantumkan nama?

Tergantung. Bila Anda sudah sering menghubungi orang yang Anda tuju, tidak usah mencantumkan nama. Sebaliknya, cantumkan nama saat mengirim pesan kepada orang yang jarang Anda hubungi.

Semoga bermanfaat.. :)
Sumber : ETIKET - Mien R. Uno
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s