memberi KOMENTAR

Coba hitung, berapa banyak komentar yang meluncur dari mulut Anda saat menonton suatu acara di depan televisi. Anda akan terkejut sendiri menghitung jumlahnya.

Apakah komentar Anda asal-asalan? Ya, kalau anda bukan pakar dalam bidang itu. Komentar yang baik disertai data dan analisis yang tajam. Semakin akurat datanya, semakin objektif pula pandangan Anda, begitu juga dengan opini Anda. Jadi, hati-hati, jangan memberikan komentar serampangan atau tak berdasar kalau tidak mau dikatai sok tahu.

 Mirror, mirror, on the wall… Continue reading

Menyapa

Urusan menyapa sepertinya merupakan hal yang sepele. Tetapi, sepele bukan berarti tidak penting. Sebagai makhluk sosial, kita tidak mungkin menghindari keberadaaan orang lain. Mau tidak mau, kita harus keluar untuk bergaul, saling kontak, dan aktif berinteraksi dengan siapa pun dalam arti yang positif. Kunci untuk menjalin hubungan sosial antar-sesama adalah bertegur sapa. Nah, Coba terapkan aturan main dalam menyapa ini dan rasakan sendiri efeknya!.

Panggil dengan sebutan apa, ya?
Bapak atau ibuContinue reading

Berkenalan

Setiap hari, kita tak lepas dari pergaulan sosial, Hubungan pertemanan atau persahabatan baru adalah makanan sehari-hari. Semua itu akan terjadi melalui proses perkenalan. Pertemuan pertama akan melahirkan kesan atau imej tertentu pada masing-masing individu yang saling berkenalan. Itulah yang selalu menajadi patokan utama kita dalam menilai seseorang. Maka, hati-hati! Kesan pertama sukar untuk diulangi dan bisa melekat selamanya. Hal-hal berikut wajib diketahui untuk melancarkan acara perkenalan.

Memecah kebekuan
Tentu saja cara termudah dalam berkenalan adalah bila ada orang ketiga yang memperkenalkan. Dialah yang seakan-akan menjadi pemecah kekakuan di antara orang atau lebih yang sebelumnya sama sekali tidak saling kenal.
Sebaiknya orang ketiga tadi menyodorkan intro selengkap mungkin agar perkenalan berjalan lancar dan tidak canggung.

Tanpa kehadiran orang ketiga, salah satu pihak harus lebih berinisiatif. Kalau tidak, kekakuan akan terasa, entah karena rasa sungkan, segan, malu, tidak nyaman, dan sebagainya. Apalagi bila perkenalan itu terjadi antara seorang wanita dan pria yang memiliki latar belakang yang jauh berbeda.

Yang wajib dilakukan saat bekenalan Continue reading

Basa-basi

"Hai"
"Hai"
"Maaf, boleh saya duduk di sini?"
"Oh, silahkan, silahkan"
"Sepertinya.. pengantinnya datang terlambat, ya?" 
"ya, sudah terlambat satu jam lebih, nih..."
"Sendirian saja?"
"Iya... Mbak juga...?"
"ya, suami saya ada urusan lain. Terpaksa sendirian, deh"
"Ooh, begitu... kalau pacar saya memang terpaksa lembur di kantor. Jadi, keadaan kita mirip, dong!"
"Wah, betul juga. Omong-omong, kenalkan, nama saya Mira"
"Saya Andini..." 

Percakapan di atas ini bisa dikategorikan sebagai basa-basi. Situasi begini sering kali tercipta dalam berbagai kesempatan. Bisa jadi di pesta pernikahan, di bandara, di pameran, di toko buku, dan sebagainya.

Dialog semacam itu biasanya dilakukan oleh dua orang yang belum saling kenal. Isinya ringan-ringan saja, sekedar salam perkenalan.

Mengapa harus basa-basi? Continue reading