jangan berlaku SEMENA-MENA!!

image

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

ﺑِﺴْــــــــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (١) فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (٢) وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ (٣) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (٤) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (٥) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (٦) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (٧)

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” Surah Al-Ma’un (107 : 1 – 7)

Addiin di ayat ini bisa juga diartikan dengan pembalasan dan hisab. Maksudnya, tahukah kamu orang yang mendustakan (hari) pembalasan? Jika kamu belum tahu, maka itulah orang yang menghardik anak yatim, yakni yang mencegah haknya dengan keras, tidak punya rasa kasihan terhadapnya karena keras hatinya, dan karena ia tidak mengharap pahala dan tidak takut kepada siksa.

Maka celaka bagi orang -orang yang shalat, yaitu orang-orang yang menunda shalat hingga lewat waktunya atau menyia-nyiakannya. Atau orang-orang yang tidak mengerjakan rukun-rukun shalat dalam shalatnya. Hal ini tidak lain karena kurang perhatiannnya mereka terhadap perkara shalat sehingga sampai meremehkannya dan menyia-nyiakanya, padahal shalat merupakan ketaatan yang paling agung dan ibadah yang paling utama. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyifati mereka dengan sifat riya’, kerasnya hati dan tidak punya rasa kasihan.

Dan celaka pula orang – orang yang enggan menolong dengan barang berguna berupa barang-barang yang berguna yang jika dipinjamkan atau diberikannya tidaklah merugikannya karena murah dan ringannya seperti jarum, ember, gayung, paku, periuk, piring, pena, buku, dsb. Jika barang-barang yang ringan itu saja berat untuk diberikan, maka apalagi dengan barang-barang yang di atasnya. Sebagian mufassirin mengartikan ayat di atas dengan enggan membayar zakat.Dalam surah yang mulia ini terdapat anjuran untuk memuliakan anak yatim, orang-orang miskin, mendorong diri atau orang lain untuk memberi makan orang miskin, memperhatikan perkara shalat, menjaganya, dan berlaku ikhlas dalam semua amalan. Demikian pula terdapat anjuran mengerjakan perkara yang ma’ruf dan memberikan harta-harta yang ringan yang bermanfaat, dsb.

Allah swt berfirman :

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِين فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ ِ وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ

“Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.” Surah Al-Haqqah (69 : 30 – 36)

Advertisements

MARI BERHUMOR !!!

Humor bisa dipakai untuk menyemarakkan suasana sekaligus mengakrabkan hubungan dengan orang lain. Menyisipkan sepotong humor segar keika berbicara di depan umum bisa membua materi yang kita sampaikan menjadi lebih hidup dan menarik. Namun, berhumor bukanlah urusan gampang. Simak hal-hal penting yang harus selalu diperhatikan dalam berhumor.

Peka dan baca situasi

  • Jangan sekali-kali melontakan lelucon saat berada di tengah-tengah orang asing atau yang baru anda kenal. Anda belum tahu apa yang mereka suka. Jangan sampai Anda justru menyinggung perasaan mereka. Kalau sudah terlanjur, segeralah minta maaf.
  • Lakukan bila suasananya tepat. Walaupun sudah lama tidak bertemu dengan teman-teman, dilarang keras mengobrol diselingi lelucon tempo dulu saat melayat orang meninggal. Bertenggangrasalah pada pihak yang sedang berduka.
  • Cegah timbulnya prasangka buruk dengan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh semua orang yang hadir.
  • Jangan tiba-tiba melucu di tengah situasi serius. Tak mustahil banyak orang yang merasa terganggu dan menganggapnya tidak lucu.
  • Kalau sepertinya lawan Anda punya selera humor yang baik, tak usah ragu untuk bercanda. Sebelum itu, perhatikan tipe humor seperti apa yang disukainya. Ada yang suka humor yang cerdas dan ada juga yang suka humor slapstick.

Berhati-hatilah memilih topik humor! Continue reading

menghadapi ORANG YANG SULIT

Apa yang terjadi jika suatu hari Anda menghadapi bos, rekan kerja, atau siapa saja yang hanya bisa meyalahkan orang lain, bersikap sedingin es, masa bodoh, tidak mau dikritik dan hanya mau dipuji? Repotnya lagi, biasanya orang seperti ini juga selalu ingin menang sendiri. Kalau Anda coba-coba berbeda pendapat dengannya, bisa-bisa Anda dikucilkan atau disingkirkan. Oh, oh, pusingnya! Rasanya semua serbasalah. Karenanya, kuasai seni menghadapi orang sulit seperti ini!

Situasi #1: Anda menjadi bawahannya

Cobalah menghadapi bos baik-baik. Mintalah petunjuk darinya untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Kalau berulang kali tidak dipedulikan, tidak ada salahnya menghadapi bos beramai-ramai. Masih juga begitu? Tak ada caralain, ajukan permasalahan ini kepada atasan yang lebih tinggi darinya. Membawa persoalan ini ke permukaan, adalah cara untuk mencari pemecahan. Ingat, semuanya harus dilakukan dengan pikiran jernih dan tenang.

Lantas, bagaimana kalau orang yang sulit itu ternyata bos besar sekaligus pemilik perusahaan tempat Anda masih bekerja di bawahnya tau tidak. Continue reading

memberi KOMENTAR

Coba hitung, berapa banyak komentar yang meluncur dari mulut Anda saat menonton suatu acara di depan televisi. Anda akan terkejut sendiri menghitung jumlahnya.

Apakah komentar Anda asal-asalan? Ya, kalau anda bukan pakar dalam bidang itu. Komentar yang baik disertai data dan analisis yang tajam. Semakin akurat datanya, semakin objektif pula pandangan Anda, begitu juga dengan opini Anda. Jadi, hati-hati, jangan memberikan komentar serampangan atau tak berdasar kalau tidak mau dikatai sok tahu.

 Mirror, mirror, on the wall… Continue reading